Kamis, 27 September 2012

Satu, Dua, Tiga


Kau yang memadamkan apa yang mencoba benderang di jalanku 
Ya kau, sesuatu itu 

Kau yang memudarkan apa yang mencoba berpendar di hatiku 
Ya kau, sesuatu itu 

Kau yang menghalangi apa yang mencoba memahami kehilangan ini 
Ya kau, sesuatu itu 

Satu, dua, tiga 
Kembali ku hitung air mata untuk sesuatu yang pernah memanggilku segalanya, selamanya 

Satu, dua, tiga 
Pernah ku langkahkan kaki, lalu mundur kembali melepaskanmu, selalu menghilangkan aku 

Satu, dua, tiga 
Aku mengingat tentang bintang-bintang yang dulu pernah kau janjikan datang, yang kini hilang dibawa terang 

Ya, aku. Sesuatu ini 


Berlari mengebiri hati sendiri 
Bersedekap pada apa yang tak lagi menganggap 

Ya, aku. Sesuatu ini 
Masih saja dengan setia menghitung satu, dua, lalu tiga 
Membuka mata dan kau hilang entah dimana 

Satu. Dua. Tiga


- Amanta Ayu, Sa

Ketika Itu, Cintai Aku Sekali Lagi




Ketika itu, aku jatuh cinta pada matamu
Bukan, bukan karena bulu matanya yang bertumpuk merayu
Hanya karena tajam, yang menusuk langsung ke hatiku
Tajam yang mampu membuat hatiku berdarah ini

Ketika itu aku jatuh cinta pada senyumanmu
Bukan, bukan karena mereka merah merekah
Hanya karena tarikan garisnya mencoret langsung ke hatiku
Coretan yang mampu menghitamkan hidupku saat ini

Ketika itu aku jatuh cinta pada suara tawamu
Bukan, bukan karena mereka lebih merdu dari angin
Hanya karena nadanya selalu berputar ulang di fikiranku
Nada yang mampu membuat sendu yang tak juga berhenti detik ini

Mencintaimu, mengapa begitu mudah
Semudah aku menulis ini

Melupakanmu, mengapa begitu sulit
Sesulit aku membaca ini

Dan ketika segala tentangmu menghantui
Aku tak ingin mati, aku hanya ingin kau cintai sekali lagi
Tiuplah aku, hingga membumbung dan hilang
Hingga pandang tak lagi cukup dekat
Untuk sekedar mendekap
Siapa tau ketika itu,
Kau ingin cintaiku

Sekali lagi,
Sekali waktu..




Aku Hanyalah Aku



Aku adalah aku, 

Pemberontak yang kalahkan kesedihan 
Yang berteriak semampuku, untuk didengarkan 

Aku adalah aku, 
Bukan pengecut yang lari dari air mata, 
Jiwaku bukan langit tanpa hujan 
Langkahku ramai, berwarna dan menyenangkan 
Namun apa yang kudapat setelahnya? 
Kebencian.. 

Aku adalah aku, 
Muak dengan semua omong kosong 
Memperolok kebohongan yang menindas 
Kadang ku berfikir, 
aku adalah api 
Yang sanggup menumpas semuanya seorang diri 
Namun aku rapuh, oleh angin yang menggoyahkanku, 
memadamkanku.. 

Aku adalah aku, 
hidup untuk memperjuangkan hari ini 
Tak ingin diremehkan.. 
Sekali maju lebih baik mati, 
daripada mundur tak punya arti 

Aku adalah aku, 
menyimpan lengah beribu sebab 
Menusuk dengki tanpa memahami 
Lurus berjalan tanpa peduli apa yang menghalangiku 
Berlari semauku, sampai aku tau.. 
Aku berguna.. 

Aku adalah aku, 
manusia biasa yang sering dijangkit putus asa 
Namun aku keras! Berdiri menombak kegagalan 

Aku hanyalah aku, 
gadis kecil yang kesepian.. 
Menumpahkan amarahku kepada apapun yang kutemui.. 
Bosan.. Aku kesepian..

- Amanta Ayu, Sa


Menitipkan Rindu


Aku sering menitipkan rindu pada sayap kupu-kupu 

Sehingga disetiap debunya yang jatuh pada kelopak bunga,
Ada cintaku di sana 

Aku sering menitipkan rinduku pada layang-layang yang terbang tinggi di awan 
Sehingga di setiap mata yang memandangnya dari kejauhan,
Jelas melihat cintaku, yang tengah terbang untuk menjangkau hatimu 

Aku sering menitipkan rinduku pada rerumput yang tumbuh di sela lubang aspal 
Sehingga di setiap langkah yang melewatinya akan teringat 
Bahwa di mana pun rindu kutinggal, mereka mampu bertahan untuk tak tertinggal 

Aku sering menitipkan rinduku pada Tuhan 
Sehingga di setiap hati yang memiliki keyakinan 
Turut mengamininya dengan ketulusan. 

Aku merindukan segala kekuranganmu, yang nyata dapat kulengkapi. 
Aku merindukanmu.


- Amanta Ayu, Sa

Aku Mau Dia




Aku mau dia yang bicara lembut padaku karena aku memang sesuatu yang lembut di hatinya



Aku mau dia yang menuntunku menyebrang jalan bukan karena aku tak mampu melihat sekelilingku, tapi karena keselamatanku adalah hal yang pertama ingin ia pastikan



Aku mau dia yang tersenyum saat hal buruk menghampiriku bukan karena ia tak paham kesedihanku, tapi karena ia ingin jadi yang pertama mengingatkan bahwa kebahagiaan adalah hal yang pantas aku dapatkan



Aku ingin dia yang memberiku kepercayaan untuk berteman dengan siapa saja bukan karena dia tak peduli, tapi karena ia yakin bahwa aku bertanggung jawab atas hidupku sendiri



Aku mau dia yang berdiri di sampingku bukan karena ia takut berjalan lebih dulu,

tapi karena ia ingin kami saling mengiringi, bukan mengikuti 


Aku mau dia yang bersandar padaku sesekali agar aku tahu, 
aku adalah salah satu kekuatan yang tidak mengintimidasi kelemahannya sebagai laki-laki

Aku mau dia yang berjanji bukan semata agar aku percaya, tapi agar Tuhan pun tahu ia tengah bersungguh-sungguh padaku



Aku mau dia yang beriman bukan hanya karena ia ingin menjadi takdirku suatu hari nanti, 


tapi karena Tuhan adalah hal yang selalu ada di hatinya

Aku mau dia yang tak pergi jauh saat aku jatuh bukan karena dia tak yakin aku cukup berani untuk berdiri kembali, tapi karena ia sosok yang setia mendampingi



Aku mau dia yang sederhana hingga segala yang ada pada dirinya tidak menyilaukan kenyamanan hidupku selama ini



Aku mau dia yang percaya pada mimpinya bukan karena ia takut terjaga, 


tapi karena ia siap pada setiap kenyataan yang Tuhan berikan di hadapannya

Aku mau dia yang menghargaiku bukan karena aku bernilai, tapi karena berapa pun harga yang ditawarkan hidup tak pernah cukup untuk menggantikan 

kehadiranku


Aku mau dia yang tak takut jatuh miskin bukan karena ia ingin kami hidup sulit, tapi karena ia tahu saat kematian datang harta akan menjadi hal pertama yang tak berharga. 

Aku ingin dia yang mencintaiku setulus dan selurus iman dan taqwanya pada Sang Pencipta

Tuhan, aku ingin Dia

*menyebut namamu sambil terpejam*


- Amanta Ayu, Sa

Seandainya


Seandainya, waktu mengatur kita bertemu sejak dulu,
maka tak akan mungkin aku harus berkali kali mencintai orang yang salah sebelum kamu hadir
Seandainya jika kamu datang saat aku belum mengerti apapun tentang cinta, 
maka dulu tak akan mungkin aku menjadi perempuan yang rapuh

Seandainya kamu mengenalku lebih awal daripada orang orang yang pernah menyakitiku,
maka tak akan mungkin aku menjadi seorang yang cengeng

Seandainya kamu menyayangiku setulus ini sejak dulu, 

maka tak akan mungkin aku pernah begitu lelah mencintai orang orang beromong kosong

Seandainya dari dulu aku menemukan orang yang begitu baik sepertimu, 

maka tak mungkin aku pernah menyayangi orang orang jahat

Seandainya dari dulu aku menemukan malaikat penyelamat sepertimu, 

maka tak akan mungkin aku terluka kesekian kalinya

Seandainya aku memilikimu sejak awal, 

maka tak akan mungkin ada kesempatan bagimu untuk memiliki perempuan lain

Seandainya aku adalah orang pertama yang kamu cintai, 

maka tak akan mungkin aku harus cemburu ketika orang orang sebelumku masih peduli denganmu

Seandainya aku adalah orang yang sekarang kamu cintai, 

apakah mungkin kamu akan menyakitiku esok hari?

Seandainya aku adalah orang yang kaupilih tua bersamamu, 

apakah kamu akan menjagaku dan tak akan meninggalkanku seperti yang kamu lakukan pada orang sebelumku?

Seandainya kamu bosan denganku, apakah kamu akan mencari seseorang yang mampu menyayangimu lebih dari caraku sekarang?

Seandainya kamu terlanjur menyayangi orang lain tetapi tak mampu melepaskanku
seperti dulu yang kamu lakukan pada seseorang sebelumku—lalu siapa yang kamu pilih? 

Seandainya aku bukan seperti yang kamu lihat sekarang, apakah kamu akan menyayangiku?

Seandainya kita tak pernah bertemu dan aku tak tahu kamu ada di dunia ini,
apakah kamu akan mencari cari orang sepertiku?

Seandainya aku tak ada disisimu lagi untuk selamanya, akankah kamu akan tetap merindukanku dan berdoa untukku dalam sela kebahagiaan yang kamu temukan kemudian?

Seandainya kata ‘andai’ tak pernah ada, 

Maka tak akan mungkin aku mereka reka ketakutanku akan kehilanganmu
Maka tak akan mungkin aku menangis ketika seharusnya aku tak perlu melakukannya.

Maka tak akan mungkin kamu pergi,
Sayang


- Amanta Ayu, Sa

Cinta Yang Baik


Cinta yang baik, mereka tak akan membuatmu takut kehilangan, karena dia yang mencintaimu, tak akan pernah berhenti menjagamu dari kehilangannya

Mereka tak akan membuatmu cemas mengharap 

Karena dia yang mencintaimu, tak akan pernah membiarkanmu terlalu lama dalam ketidak-pastian 

Cinta yang baik, mereka tak akan membuatmu sedih menangis
Karena dia yang mencintaimu, tak akan pernah membiarkan dirinya menjadi alasan ketidak-bahagiaanmu.

Mereka tak akan membuatmu kehilangan dirimu sendiri
Karena dia yang mencintaimu, tak akan memintamu melakukan hal-hal yang tidak kamu suka

Cinta yang baik, mereka tak akan membuatmu jauh dari sang pencipta

Karena dia yang mencintaimu, tak akan pernah lupa mengarahkanmu kembali ke jalan-Nya

Mereka tak akan membuatmu tergesa-gesa

Karena dia yang mencintaimu, tak akan pernah membuatmu benci pada waktu, sekali pun kamu tengah menunggunya

Cinta yang baik, mereka tak akan membuatmu berkorban

Karena dia yang dicintaimu, tak akan pernah membiarkanmu memberi seorang diri
Itu karena ia mengerti bahwa cinta, tak pernah layak untuk meminta

Ketika seperti apa pun rupamu, di matanya kamu adalah yang paling indah 
Ketika seperti apa pun isi hidupmu, di matanya kamu adalah harta yang terlalu berharga 
Ketika seperti apa pun kelemahanmu, baginya kamu adalah pelengkap hidupnya 
Maka jangan biarkan dirimu tidak dicintai dengan baik, hanya karena kamu terlanjur mencintainya dengan baik
Temukan ia yang setia, memelukmu hingga kehabisan usia

Hey!

Cinta yang baik, adalah hanya ketika kamu dicintai kembali dan jangan mencari sempurna
karena mereka yang sempurna di matamu belum tentu bisa sempurna melengkapi kelemahan dirimu, seutuhnya

Tulisan ini untuk Kamu, 

Yang bola matanya adalah tempat paling romantis dalam ingatanku 

Selamat menemukan cinta yang baik
Selamat dijatuhi cinta yang baik
Karena ini adalah doa
Walaupun aku tahu cinta itu bukan aku
Itulah kenapa aku akan berhenti
Berhenti mencintaimu dengan bahagia

Terima kasih sayang atas segala ingatan baik
Atas segala harapan-harapan yang belum sempat untuk jadi kenyataan
Atas gelak tawamu yg merdu
Atas cerita-cerita lucumu yang tak terlupakan
Atas segala kesempatan untuk dapat pernah memimpikan kita

Semoga kelak, kamu menemukan padanya, apa yang tidak kamu temukan pada diriku.

Tuhan memelukmu. 
Tuhan memeluk kita.

Aku menulis ini, ketika kemarin aku masih mencintaimu


- Amanta Ayu, Sa